Ibnu Hajar Al-Asqalani

Mutiara Berserak di Pintu Allah
la bukan hanya dikenal sebagai salah seorang sufi dan ahli fikih yang masyhur. Tapi juga penyair dengan puisi Ketuhanan yang indah

Sampai saat ini, para santri di Indosesia sangat akrab dengan sebuah kitab fikih yang masyhur, Bulughl Maram. Pengarang kitab ini ialah seorang uiama dan sufi yang terkenal, Ibnu Hajar Al-Asqalani. Tapi, sesungguhnya ia lebih dikenal sebagai ahli fikih ketimbang sufi atau ahli tasawuf. Sampai kini, pendapat-pendapatnya dalam ilmu fikih masih menjadi bahan telaah dan referensi para ulama, terutama ketika mereka menetapkan sebuah fatwa.


Meski kurang dikenal sebagai sufi, pandangan-pandangan sufistiknya terungkap dalam kumpulan puisinya, Al-Munabihat 'ala al Isti'dadli Yaum al-Ma'ad.


la lahir di Kairo pada 12 Syakban 773 M atau 8 Februari 137 M. Nama lengkapnya Syihabuddin Abu Fadl Ahmad bin Nuruddin Ali bin Muhammad bin Hajar Al-As qalani. Tak jelas bagaimana asal-usul keluarganya. Adapun julukan Al-Asqalani merupakan bagian dari tradisi muslim saat itu. Ayahnya, Nuruddin Ali (wafat 777 Hijriah/1375 Masehi), dikenal sebagai ulama termasyhur yang menjabat mufti di Mesir. Adapun ibunya, Tujjar, berasal dari keluarga pedagang kaya.
Namun, masa kecil Ibnu Hajar penuh dengan pengalaman sedih. Semenjak berusia empa ttahun, ibunya meningal dunia. Maka ia pun diasuh Zakiuddin Abu Bakar Al-Karrubi, seorang saudagar kaya. Di bawah bimbingan Zakiuddin, Ibnu Hajar mendapat pelajaran agama dan bimbingan spiritual, sehingga pada umur sembilan tahun ia sudah hafal Al-Quran. Belakangan, ia berguru kepada beberapa ulama masyhur, seperti Syekh Jalaluddin al-Buqini (ilmu nahu); Syekh Ibnu al-Muan al-Fairuzabadi dan Syekh Muhibuddin bin Hisyam (Ilmu saraf) At-Takhuni (qiraah); Syekh Syamsuddin Muhammad bin Ali bin Qattam (sejarah).

Ibnu Hajar memang murid yang rajin dan cerdas. Dengan tekun, ia mencatai secara terperinci pelajaran sejarah, nama para gurunya, dan kitab-kitab yang dibacanya. Kitab-kitab yang dibacanya, antara lain, Al-Mu'jam al-Mufahras, Al-Maqasid al Aliyat fi Fihris al-Marwiyat (indeks hadis), Al-Majma al-Mua'sas (pelengkap katalog ayat Al-Quran).

Merasa belum cukup dengan itu, ia kemudian mengembara untuk menim-ba ilmu. la antara lain berkunjung ke pusat-pusat ilmu seperti Hejaz dan Yaman, lalu Suriah dan Palestina. Dalam perjalanan ini, ia berjumpa dengan guru utamanya dalam ilmu hadis, Syekh Zainuddin al-lraqi. la juga mengaji kepada ulama ilmu hadis dan fikih, Syekh Izzuddin bin Jama'ah. Dari kedua gurunya yang masyhur itu, ia memperoleh ijazah untuk mengeluarkan fatwa.
Setelah puas berguru kepada sejumlah ulama besar, ia pun mengamalkan ilmunya sebagai pendidik. la pernah menjadi guru madrasah, dosen, hakim, mufti, khatib dan pustakawan. la mengajar ilmu hadis, tafsir, tikin. Kuhah-kuliahnya di Madrasah Syai-khumyah dan Mankutimuriyah, Kairo, seialu mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa.

Salah satu karirnya yang penting ialah ketika ia menjabat kepala bidang pendidikan dan administrasi selama 35 tahun di Perguruan Barnaysiyyah, Kairo dari tahun 141 sampai 1445 M. Selanjutnya ia pindah mengajar di Darul Hadits Al Kamaliah, masih di kota kairo.
Pada 1423 M ia menjabat wakil Agung sementara rekanya syekh Jalaluddin Al Baqilani sebagai Hakim Agung, akan tetapi beberapa bulan kemudian, ia dilengserkan gara-gara kebijakannya yang dinilai bersebrangan dengan politik pemerintahan Mesir sebagai mufti, dan jabatan ini dapat ia pertahankan selama 20 tahun.
Sebagai ulama, ibnu hajar termasuk produktif menulis kitab, terutama dalam ilmu hadits. Kitabnya yang termasyur berjudul Fat Al Bahri bi Syarkh al Bukhari (1429M), telaahd an komentar mengenai kitab shahih al Bukhari. Kitab itu tidak hanya beredar di mesir, tapi juga di parsi dan asia tengah. Kitab kitab karangn lainya yaitu Al Isabah fi Tamyiz al Sahabah, Tanzib at Tahzib, Lisan al Mizan, Anba al Gumr dan Bulughur Mahram in Adilat al Ahkam. Dalam kitab kitab tersebut ia menggunakan gagasannya tentang ilmu fikih, hadits dan lainnya.
Selain itu semua, Ibnu Hajar ternyata adalah juga seorang penyair. Puisinya terkumpul dalam kitab Al Munabihat ‘ala al Isti’dad li Yaum al-Ma'ad. Banyak mutiara hadis dan uangkapan para ulama terkenal yang ia sunting dalam sejumlah puisi.
Berikut, sebait puisi sebagai kata pengantar kumpulan puisinya, Menuju Pintu Allah, Mutiara Berserak.
Bismillahirrahmanirrahim
Selaksa puji bagi Allah Sang Esa
di setiap waktu dan masa
Kesejahteraan abad bagi Rasul-Nya
Muhammad, Sang Mustafa
Dari kisi-kisi hati
ingin kusampaikan lewat karya ini
Bekal kewaspadaan
untuk meniti perjalanan panjang
lewat untaian mutiara
yang terajut dua-dua
tiga-tiga, empat-empat
dan seterusnya
hingga untaian sepuluh mutiara kata
Semoga berguna
Read More >>

KH. ABDUL GHOFUR MAIMOEN

       Gus Ghofur, demikian Putra kelima KH. Maimoen Zubair dari istri kedua, Ibu Nyai HJ Masthi'ah, biasa dipanggil. Pemilik nama lengkap Abdul Ghofur ini dikenal bandel semasa kecilnya. Tidak seperti kakak-kakaknya, Ghofur kecil terhitung sering bermain seperti layaknya anak-anak di kampung nelayan. Namun, sebagai putra Ulama, sifat-sifat kesalehan yang ditanamkan orang tuanya, membuat ia berbeda dari anak kampung sebayanya.

Pendidikan dasar hingga menengah dituntaskannya di Madrasah Ghazaliyah Syafi'iyyah Sarang Rembang. Semasa belajar di Ghozaliyah, putra Mbah Moen yang sudah dikenal cerdas dan kritis sejak belia ini banyak meraih prestasi.

Usai menyelesaikan pendidikan di MGS tahun 1992, Pada 1993 beliau melanjutkan studinya di Al-Azhar University Cairo. Ini merupakan hal baru dalam tradisi pendidikan putra-putri Mbah Moen. Di Cairo kecerdasannya kembali menorehkan prestai mengkilap. Selama empat tahun menyelesaikan program S1 Usuhuludin jurusan Tafsir di Al-Azhar. Keberhasilan itu tidak lepas dari ketekunan dan kesabaran beliau selama belajar di Cairo.

Setelah melalui perjuangan yang melelahkan, pada 2002 gelar Magister berhasil diraihnya. Dikatakan melelahkan karena untuk mencapi gelar itu Gus Ghofur harus menulis tesis setebal 700 halaman dan harus mencantumkan banyak maraji'. Padahal tradisi menulis baru ia tekuni sejak tahun keempatnya di Cairo.Gus Ghofur mengakhiri masa lajangnya pada tahun 2003. Gadis yang beruntung dipersuntingnya adalah Nadia, putri KH.Jirijis bin Ali Ma'shum Karpyak Yogyakarta. Dari perkawinannya beliau telah dikaruniai seorang putra bernama Nabil.
 

Bukti keseriusan beliau dalam menggeluti bidang tafsir adalah pencapaian gelar doktoral yang diraih pada tahun 2010. Setelah menyelesaikan study Doktoralnya Beliaupun kembali ke Tanah Air  dan langsung aktif mengajar di LP.Muhadloroh dan mengajar fan Tarikh kitab Fiqhus Shiroh karya Syekh DR. M. Said Romdlon Al-Buthy.
Read More >>

Organisasi ISMAH LP Muhadloroh

ISMAH (Ikatan Santri Muhadloroh) merupakan sebuah organisasi interen santri muhadloroh, atau bisa dibilang ini OSIS nya Muhadloroh. Sebagai sebuah organisasi yang masih dibilang muda (baru 10 tahun) ISMAH memiliki sejarah yang panjang hingga bisa menjadi sebagaimana sekarang ini. Sejarah ISMAH dimulai pada tahun 2001 atas prakarsa koordinator Muhadloroh Ust. M. Naf'an dan dibantu oleh Ustadz-ustadz yang lain. Ide dibentuknya ISMAH ini terinspirasi dari perkembangan Muhadloroh yang sangat pesat, sehingga para staff pengajar Muhadloroh merasa kerepotan untuk menanganinya, sehingga sebagai solusi atas masalah tersebut adalah dengan dibentuknya organisasi dari siswa yang nantinya membantu tugas staf Muhadloroh yang diwujudkan dalam ISMAH. 

Draff awal ISMAH adalah untuk membantu kelancran kegiatan muhadloroh semisal menjaga jam belajar dan menjaga musyawarah pada tingkat SP dan I Muhadloroh, mengadakan mauqufah ISMAH, mengadakan mauqufah tiap-tiap tingkatan, mengadakan mading dll. Namun dalam hal ini program yang diutamakan adalah program yang berhubungan dengan kema'arifan yakni membantu menjaga siswa SP dan tingkat I Muhadloroh pada waktu jam belajar dan musyawarah. 

Sebagaimana organisasi yang lain ISMAH pun memiliki struktur kepengurusan yang mempunyai tugas masing-masing, yang terdiri dari Pembina ISMAH yang diambilkan dari dewan Asatidz dan anggota dari santri Muhadloroh. Adapun anggota dari ISMAH sendiri diambil dari santri tingkat V yang dianggap mempunyai kemampuan untuk mengemban amanat tersebut. Selain itu anggota ISMAH juga diambilkan dari tingkat IV. Hal ini bertujuan untuk melakukan regenerasi agar tongkat estafet organisai ISMAH bisa terus berlanjut. 

Perubahan adalah hal tidak bisa dihindari, hal ini juga terjadi dalam perjalanan ISMAH yang mana sejak awal didirikan pada tahun 2001 M sampai sekarang ISMAH selalu mengalami perubahan baik dalam segi structural maupun fungsional. Tercatat terdapat dua perubahan yang cukup mencolok yang merubah arah dari ISMAH menuju organisasi yang solid dan dipandang dilingkungan Sarang dan sekitarnya. Perubahan pertama terjadi pada periode ke tiga pada tahun 2003, yang kala itu tampuk pimpinan dipegang oleh Didik Santoso dan Pembina kala itu dipegang oleh sosok ustadz yang tahan banting dan penuh dengan ide yang berasal dari kota Cirebon yakni Ust. Muthohhar Asy'ari. Perubahan yang mendasar adalah dalam hal fungsional ISMAH yang mana dulu tugas ISMAH hanya sekedar membantu kelancaran program-program Muhadloroh yang berhubungan dengan kema'arifan, berubah menjadi sebuah organisasi formal yang berada dibawah naungan Muhadloroh dan juga adanya penambahan program kerja tambahan yang bertujuan untuk memajukan ISMAH dan juga Muhadloroh. 

Perubahan kedua yang terjadi di ISMAH menurut sumber yang kami peroleh terjadi pada masa pemerintahan santri yang bernama Abdullah seorang yang penuh semangat dibawah seorang pembinan ISMAH yang kala itu di jabat oleh seorang Ustadz muda yang penuh talenta yakni Ust. Zainal Amin. Kolaborasi keduanya mengahasilkan perubahan yang signifikan ditubuh ISMAH yang mencakup bidang management serta program-program yang ada. Pada masa ini ISMAH akhirnya memiliki computer dan kesekretariatan sendiri, yang mana dulunya kesekretariatan ISMAH dompleng pada kantor Muhadloroh, pada masa ini ISMAH akhirnya mempunyai kesekretariatan yang mandiri. Walaupun tidak layak disebut kantor karena hanya berukuran 1,5X2 m dan juga letaknya dibawah tangga dilantai GSG lt. II, namun itu sudah lebih dari cukup untuk dijadikan sebagai tempat koordinasi ISMAH dalam merancang dan menjalankan programnya. 

Pada tahun ke 6 yang kala itu pimpinan ISMAH dipegan oleh M. Indy Nayyiron, kantor ISMAH yang semula di GSG lt. II dipindahkan ke GSG lt. III sebelah utara. Bagian utara GSG lt. III ini disulap menjadi sebuah kantor yang representative dan memenuhi standar untuk dijadikan sebagai kesekretariatan bagi organisasi ISMAH, sehingga kegiatan ISMAH dapat beralangsung dengan lancar. Namun hal ini juga tidak belangsung lama, akhirnya pada periode ke 10 ini yang dipegang oleh A. Ghufron kantor kembali dipindahkan. Kali ini kantor ISMAH dipindah ke GSG lt. IV sebelah utara yang dulunya diperuntukkan untuk lab computer, karena program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya akhirnya ruangan tersebut kosong tak berpenghuni. Adapun kantor ISMAH yang ada di GSG lt. III sekarang ini dijadikan sebagai Maktabah Muhadloroh. 

Seiring dengan perkembangan teknologi, ISMAH pun tidak mau kalah sehingga dikatakan gaptek, karena teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaannya. ISMAH pun memanfaatkan hal tersebut walaupun masih kadar minimal. Hal ini bisa dibuktikan dengan nongolnya proyektor pada acara-acara resmi ISMAH terutama dalam mauqufah, sehingga semua ta'bir yang masuk dapat ditampilkan dilayar tanpa menghapus ta'bir yang sudah ada akibat papan tulis yang sudah penuh dan hal ini tentunya membantu katib agar tidak kerepotan ketika ada perang ta'bir. 

Demikianlah sejarah singkat ISMAH yang sekarang sedang menapak usia 11 tahun. Ibarat manusia sekarang ini ISMAH masih anak-anak yang butuh bimbingan dari orang tua, agar nantinya dapat menjadi organisasi yang dapat dibanggakan oleh orang tuanya (Muhadloroh). 

Daftar Ketua ISMAH mulai periode 2000 s/d 2011

No
Nama
Periode
1.       
Hasib Dawam
2000-2001
2.       
Bustanul Ulum
2001-2002
3.       
Didik Susanto
2002-2003
4.       
Ag. Haris Fithon
2003-2004*
5.       
Imron Al-Hasani
2003-2004
6.       
Fathul Aziz
2004-2005
7.       
Abdullah
2005-2006
8.       
M. Indy Nayyiron
2006-2007
9.       
M. Nahrowi
2007-2008
10.   
M. Nuruddin
2008-2009
11.   
A. Ghufron
2009-2010
12.   
A. Arwani
2010-2001
*Ket : Ditengah-tengah kepemimpinannya, beliau menikah sehingga digantikan Imron Al-Hasani
Read More >>

LP Muhadloroh PP al Anwar

Muhadloroh PP Al-Anwar Sarang Rembang

Muhadloroh merupakan lembaga pengajaran ilmu-ilmu keislaman yang dimiliki oleh PP. Al Anwar yang berdiri pada tahun 1984 M. Sejarah berdirinya Muhadloroh ini dilatar belakangi oleh melubernya jumlah santri yang tidak bersekolah (MGS), yang mana kebanyakan dari santri tersebut merupakan jebolan dari pesantren lain. Karena faktor usia, ekonomi atau mungkin karena faktor yang lain, mereka lebih memilih untuk cukup mengaji dan beristifadah kepada Syaikhina Maimoen Zubair dan para masyayekh di lingkungan Sarang lainnya. Dengan berbagai alasan dan atas usulan para santri yang menginginkan agar dibentuk sebuah majlis pengajian, maka sebagai implementasi dari usulan para santri tersebut dan atas izin dari syaikhina Maimoen Zubair dibentuklah majlis ta'lim yang menjadi cikal bakal Muhadloroh. Adapun penanganan majlis ini diserahkan oleh syaikhina Maimoen Zubair kepada salah satu santri senior kala itu yaitu ustadz Romadlon. Selanjutnya oleh beliau majlis ta'lim tersebut diberi nama Muhadloroh, dan beliau juga merupakan ustadz pertama yang mengajar di majlis ta'lim tersebut yang kala itu santrinya baru berjumlah 15 orang. Adapun materi pelajaran yang diberikan masih sebatas ilmu alat saja, yakni dengan menggunakan kitab Ibnu Aqil, itupun hanya satu jam pelajaran saja, mulai dari jam 10.00 sampai jam 11.00 siang. 

Seiring perjalanan waktu santri yang berminat untuk masuk Muhadloroh pun semakin banyak, maka Muhadloroh pun akhirnya dibagi menjadi beberapa tingkat yaitu dari tingkat satu sampai tingkat empat. Selanjutnya untuk menanggulangi jumlah santri yang membludak dan minimnya tenaga pengajar, atas intruksi dari pengurus Muhadloroh direkrutlah sejumlah santri senior yang dianggap mempunyai potensi untuk membantu kelancaran dari Muhadlorh, baik itu dari Mutakhorijin Muhadloroh sendiri maupun dari mutakhorijin MGS, diantaranya ustadz Husnan (Sedan), ustadz Mukhlish (Pekalongan) dan ustadz A. Asnawi (Kudus). 

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Muhadloroh mampu melahirkan kader-kader yang mumpuni dalam ilmu agama, dan ini merupakan sebuah bukti bahwa Muhadloroh mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi kwalitas maupun kwantitasnya. Yang dulunya hanya hanya terdiri dari empat tingkatan kini menjadi enam tingkatan ditambah tingkat untuk persiapan (SP) bagi santri yang ilmu agamanya masih minim. Bahkan sekarang Muhadloroh sudah mempunyai gedung sendiri dengan tinggi lima lantai dan dinamakan gedung serba guna (GSG) yang oleh kebanyakan santri lebih sering disebut MAK. 

Walaupun Muhadloroh merupakan lembaga pendidikan yang bisa dibilang lembaga dlorurot namun tidak berarti dalam pengajarannya asal-asalan. Walaupun tidak mengikuti kurikulum formal namun Muhadloroh ini mempunyai system kurikulum sendiri yang sudah disusun dengan rapi, sehingga dalam pengajarannya dapat efektif dan mengena pada sasaran, karena pada dasarnya yang mengajar di Muhadloroh merupakan alumni atau mutakhorijin dari Muhadloroh sendiri misalnya Ust. M. Naf'an dan juga dari alumni MGS semisal Ust. M. Sa'udi dan juga diasuh oleh para masyayeh antara lain KH. Maimoen Zubair, KH. Abdullah Ubab MZ, KH. M. Najih MZ, KH. Majid Kamil MZ, KH. Aufal Marom, KH. Abdur Ro'uf MZ, KH. Muhammad Wafi MZ, KH. Taj Yasin MZ, KH. Alim dll. 

Untuk mengasah intelektualitas dan pemahaman santri atas apa yang telah dipelajari di Muhadloroh, serta melatih kepekaan santri terhadap masalah-masalah yang banyak terjadi dimasyarakat, maka digelarlah sebuah forum musyawarah yang diadakan masing-masing tingkatan yang diadakan setiap tiga bulan sekali. Adapun yang dibahas disesuaikan dengan tingkatan masing-masing. Disamping itu juga ada mauqufah ISMAH yang juga diadakan tiga bulan sekali yang diperuntukkan untuk semua tingkatan yang diikuti oleh delegasi masing-masing tingkatan.

Read More >>

KH. SYU'AIB BIN ABDURROZAQ

KH Syu'aib

Kakek –dari ibu- KH. Zubair dan menantu KH. Ghozali (pendiri PP Sarang pertama kali) ini lahir pada tahun 1263 H. 

Semula beliau belajar pada KH. Ghozali Sarang kemudian ketika beliau berumur 20 tahun, beliau pergi ke Kajen Pati untuk mulazamah kepada K. Murtadlo, seorang ulama' sufi yang terkenal denan ilmu ketuhanannya. Dari guru ini beliau belajar ilmu Tauhid, Fiqh dan ilmu-ilmu ketuhanan lain. Lebih-lebih talqinyddzikri dan titian jalan menuju kewalian. Disamping itu beliau juga belajar al Qur'an secara talaqi. 

Setelah sekian lama di Kajen dan beliau telah berhasil menjadi seorang yang ahli didalam ilmu ketuhanan hingga melampaui teman-temannya, beliau kembali ke Sarang dan muncullah beliau sebagai seorang yang zuhud, sampai-sampai beliau mengatakan: "saya mentholak dunia dengan tiga thokan". Hal ini ketika umur beliau menginjak umur 60 tahun. 

Beliau seorang yang sangat mencintai para ulama' danorang-orang shlih sehingga ketika umur beliau sudah lanjut, beliau mengajak para masyayekh Sarang untuk tetap istifadah disamping mengajar para santri. Oleh karena itu, maka beliau memohon kepada KH. Murtadlo Sarang untuk membaca kitab Ihya' Ulumuddin lil Ghozaly dan bersama-sama para masyayekh Sarang beliau mengaji hingga KH. Murtadlo wafat. 

Pada bulan Sya'ban 1358 H, beliau wafat dan meninggalkan putra-putri yang menjadi penerus perjuangan beliau.

Read More >>

KH. ZUBAIR DAHLAN

KH ZUBAIR DAHLAN

Adalah putra kedua dari Kyai Dahlan yang dihalhirkan di Sarang tahun 1323 H. bertepatan dengan mukimnya KH. Ahmad bin Syu'aib (paman dan mertua beliau) di Makkah semasa muda guna tholabul ilmi. 

Diawah bimbingan orang tua dan kakeknya serta masyayikh Sarang kala itu, beliau tumbuh menjadi anak yang sangat cerdas. Terbukti sejak usia 6 tahun cucu KH. Syuiab ini sudah bisa membaca al Qur'an dengan tajwid, sehigga belaiu sangat disayangi oleh kakek dan kerabat-kerabatnya. 

Ketika berusia 17 tahun besama dengankakek dan neneknya beliau berangkat ke Makkah guna menimba ilmu kepada ulama-ulama' disana bersama dengan pamannya yaitu KH. Imam Kholil. Diantara masyayikh beliau adalah syeikh Baqir al Jogjawi, syeikh Sa'id al Yamany dan putranya yaitu syeikh Hasan al Yamany yang menjuluki beliau dengan Zubair al Kufy, karena ketika beliau disuruh mengi'rob lafadh: مررت بزيد وضرب زيد عمرا beliau menjawab: مررت فعل ماض مبنى على السكون والتاء ضمير مبني على الضم فاعله ....الخ maka beliau ditegur oleh guru beliau: أنت من أهل الكوفة والكوفي لايوفى: دع عليه الكوفيون فإنهم اهتموا بدماء البعوضة وأهملوا دم الحسين . 

Setelah bermukim di Makkah selama tiga tahun,bersama pamannya (K.H Imam Kholil) beliau kembali ke sarang, dan kemudian melanjutkan study kepada syaikh Faqi bin Abdul jabber maskumambang. Dari gurunya ini beliau belajar tafsir, Jam'ul Jawami', syarah Ummul barohin, dan mendapatkan kitab sanad yang berjudul "kifayatul mustafid", karangan syeikh mahfudz teremas. 

Pada tahun 1371 H ayahanda KH. Maimoen Zubair ini berangkat lagi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Waktu yang sangat singkat ini, beliau gunakan untuk belajar kepada ulama' ulama' disana, diantaranya yaitu sayyid Alawi al Maliky dan syeikh Yasin al Fadany yang memberikan ijazah pada beliau dengan ijazah yang tammah. 

Beliau mempunyai beberapa karangan diantaranya: Kitabul manasik fil hajji, al Qowa'id al Lu'luiyyah nadhom risalah as Samarqondiyyah, nadhom Rumuzul Fuqoha' dan beberapa sya'ir tentang adab dan hisab. 

Selama kiprah beliau pondok pesantren Sarang yang semula hanya satu berkembang menjadi dua, yaitu MIS dan MUS, dan dari ulama' yang menyukai dluafa' serta orang-orang miskin ini lahirlah ulama'-ulama' besar, diantaranya KH. Mushlih Mranggen, KH. Sahal Mahfudz Kajen dll. 

Dan akhirnya orang alim yang agung ini berpulang kerahmatullah pada malam selasa 15 Romadlon 1389 H. Beliau termasuk ulama' Sarang yang hidup dan wafat dalam keadaan faqir.

Read More >>

SAYYID ALAWY BIN ABBAS AL MALIKY

Beliau adalah ayahanda sayyid Muhammad al Maliky dan salah seorang guru KH. Maimoen Zubair yang lahir di Makkah pada tahun 1327 H. beliau tumbuh dibawah asuhan orang tuanya dan kemudian belajar pada pamannya, yaitu sayyid Hasan al Maliky di Darus Sayyidah Khodijah al Kubro (sekarang jadi madrasatul Huffadz) disini beliau hafal al Qur'an dalam usia sepuluh tahun. 

Kemudian oleh orang tuanya, beliau dimasukkan ke madrasah al Falah di bawah asuhan ulama'-ulama' besar masjid al Harom, diantara syeikh Umar Hamdan, syeikh Muhammad al Aroby, syeikh Abdullah Hamduh, syeikh Ahmad Nadzirin dan lain-lain. Beliau lulus dari madrasah pada tahun 1346. 

Adalah sayyid Abbas, seorang ayah yang selallu membei support, motivasi dan perhatian yang besar atas study putranya yang sangat diharapkan untuk menjadi orang besar dan ulama' agung. Beliau mengatakan " prestise seseorang adalah ilmu dan bermanfaatnya dia bagi orang lain". Maka masuklah sayyid Alawi pada barisan pelajar-pelajar di masjid al Harom. Dan akhirnya pada tahun 1348 H. tercapailah obsesi sang ayah dengan diangkatnya beliau menjadi guru di Madrasah al Falah dan masjid al Harom. 

Disamping mengajar oleh sang ayah beliau dimohoon untuk membuka pengajian untuk khalayak umum. Dan ternyata itu sangat diminati oleh masyarakat, sehingga yang hadir lebih dari seribu orang. 

Dari beliau muncullah ulama'-ulama' besar yang tersebar diberbagai penjuru dunia, lebih-lebih di Indonesia yang pada waktu itu masih dibawah cengkraman kolonial Belanda. 

Dalam mengajar ulama' yang mempunyai himmah yang luar biasa ini menggunakan metode yang unik yan gbelum pernah digunakan oleh ulama' –ulama' sebelumnya, yaitu menggunakan papan tulis untuk menguraikan pelajaran dan dengan memberi latihan-latihan pada murid-muridnya. Dna dengan pengajian untuk umum beliau bagaikan sebuah lentera, menunjukkan dan menerangi jalan serta melembutkan hati yang keras. Sehingga, sering kali terdengar beliau menangis, membaca tahlil, tahmid dan ta'awwudz ditengah-tengah ceramah beliau. 

Beliau meninggalkan beberapa karangan diantaranya: Faidul Khobir Hasyiah Nuhjatu at taisir (pelajaran tinggkat V MHD). Ibanatul Ahkam syarh Bulughul Marom (pelajaran tingkat V MHD).

Read More >>

SYEIKH MUHAMMAD YASIN BIN ISA AL FADANY

Syeikh Yasin

Beliau adalah seorang ulama' besar yang merupakan salah satu guru KH. Maimoen Zubair yang lahir di Makkah pada 27 Sya'ban 1337 H, menurut satu riwayat pada 1335 H> 

Sejak kecil beliau belajar pada orang tuanya lalu dilanjutkan pada pamannya yaitu syeikh Mahmud al Fadany. Pada tahun 1346 H, beliau masuk ke madrasah ash Sholatiah dan lulus pada 1356 H. setelah itu melanjutkan ke madrasah Darul Ulum disamping juga mengajar di Masjid al Harom. 

Seorang ulama' yang dijuluki "musniduddunya" -karena hampir semua ulama' besar disegala penjuru dunia mendapat ijazah dan sanad dari beliau- ini mempunyai guru yang sangat banyak hingga mencapai 700, baik laki-laki maupun perempuan. Diantara guru beliau adalah syeikh Umar Harridan al Mahrusy (seorang muhaddits yang juga merupakan salah satu guru dari sayyid 'Alawi), Sayyid Muhsin al Musawy (pengarang Nahju at taisir syarah dari nadzom ilmu Tafsir pelajaran tingkat V MHD), sayyid Alawi al Maliky (pengarang kitab Ibanatul Ahkam syarh Bulughul Marom dan Faid al Khobir Hasyiah Nahju at Taisir keduanya pelajaran tingkat IV dan V MHD). Syeikh Hasan Masysyath (pengarang syarh Baiquni pelajaran tingkat V MHD), syeikh Sa'id al Yamany dan putranya syeikh Hasan Yamany keduanya juga merupakan guru dari KH. Zubair Dahlan. Bertendensi pada hadits: 
Syeikh Yasin

طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة 

Beliau berpandangan bahwa belajar dan mengajar kaum wanita hukumnya wajib, maka dari itu, setelah sekian lama beliau cita-citakan, akhirnya beliau mendirikan madrasah Ibtida'iyah lil Banat dan kemudian pada bulan Robi'uttsani 1337 H beliau mendirikan ma'had lil Mua'llimat sebagai kelanjutannya. 

Sebagai bukti kealiman beliau, beliau meninggalkan banyak sekali karangan yang diantaran : Hasyiyah Nuhjah at taisir (pelajaran tinggkat V MHD), al Fawaidul Janiyah (pelajaran tingkat IV MHD), Husnus Shiyaghoh (pelajaran tingkat IV MHD). 

Dan akhirnya dunia harus rela kehilangan beliau, dengan wafatnya beliau pada malam jum'at 28 Dzul Hijjah 1410 H, dan di sholati setelah jum'at dan kemudian dimakamkan di Ma'la.

Read More >>

Mendengarkan musik di Blog Cara memasang Musik Live dan eSnips

Bagi anda yang penggemar musik. Memutar lagu melalui HP, Mp3 player ataupun komputer mungkin sudah biasa. Tetapi bagaimana jika memutar musik melalui blog?


Dengan memasang musik player di blog maka tidak hanya anda tetapi pengunjung blog anda juga bisa menikmati lagu kesayangan anda. Sehingga cara ini sangat cocok bagi anda yang blognya berisi tentang musik atau bagi anda yang ingin mempromosikan lagu pribadi.
Ada banyak layanan seperti ini yang tersedia di internet. Dari sekian banyak layanan yang ada. Menurut saya ada 2 musik player yang cukup bagus. Yaitu Musik-live dan eSnips. Mengapa saya merekomendasikan 2 musik player? Karena kedua ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2. Sehingga silahkan anda tentukan sendiri mana yang lebih bagus.

1. Musik-Live

Kelebihan:
- Lagu sudah tersedia, tinggal pasang
- Banyak model skin yang bisa anda pilih

Kelemahan:
- Tidak bisa upload lagu sendiri


2. eSnips

Kelebihan:
- Bisa upload lagu dari komputer
- Tersedia lagu yang bisa anda putar

Kelemahan:
- Hanya 2 model skin yang bisa dipilih
- Tampilannya kurang menarik

Nah itulah kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Silahkan anda tentukan mana yang lebih cocok dengan kebutuhan anda. Agar lebih jelas anda bisa lihat demonya disini.

Ok kalau sudah berikut adalah langkah-langkah pemasangannya:

A. Musik-Livet.Net

1. Kunjungi http://musik-live.net/ lalu klik Skin Mp3 Player
2. Pilih tampilan player yang anda inginkan. Untuk melihat tampilannya klik Preview Skin
3. Copy kodenya lalu buka blogger. Klik menu Layout -> Page Elements
4. Pastekan ke menu HTML/ Javascript
5. Selesai.

Diatas adalah cara memasang musik player dengan lagu yang telah disediakan. Jika anda ingin memilih sendiri lagunya. Berikut caranya:

1. Pada halaman Musik-Live, cari lagu favorit anda dengan kotak pencari.
2. Lalu klik Play & Embed code untuk menampilkan kodenya
3. Copy kodenya lalu paste ke menu HTML/ Javascript blogger anda. Selesai

Catatan:
Cara ini hanya bisa untuk memutar 1 lagu saja. Jika anda ingin memutar banyak lagu maka gunakan eSnips.


B. eSnips

1. Kunjugi http://www.esnips.com/. Untuk bisa memanfaatkan fasilitasnya anda harus signup terlebih dahulu. Jika sudah, sign-in ke akunnya.

2. Klik Upload Files lalu klik Select Files

3. Pilih lagu yang mau anda putar lalu pilih folder dimana anda mau memyimpan lagunya. Pastikan folder yang anda pilih adalah bersifat Public. Karena kalau Private anda tidak bisa menambahkan lagunya kedalam playlist.

4. Jika sudah klik Upload Now

5. Tunggu hingga proses upload selesai.

6. Jika sudah klik menu Folder. Pilih folder dimana anda menyimpan menyimpan lagunya

7. Pilih lagu-lagu yang ingin anda pasang dengan cara klik Add to quicklist
esnips add to quicklist
8. Jika sudah, scroll ke bagian atas halaman lalu klik Create playlist widgets

esnips create playlist
9. Pilih skin yang anda inginkan. Lalu copy kodenya yang ada pada kotak.

esnips widget

10. Buka blogger. Paste kodenya pada menu HTML/ Javascript lalu klik Save

11. Selesai. Silahkan lihat hasilnya.

Jika ukurannya tidak pas anda bisa mengatur ukurannya dengan mengedit nilai width-nya pada kodenya masing-masing. Selamat mencoba..
Read More >>

Kejawen VS Tariqot - Kekebalan tubuh

Habib Lutfi Pekalongan
Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- (Buleten Al Kisah)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Di Indonesia banyak sekali aliran yang bercorak kebatinan. Di antaranya tarekat dan aliran kebatinan Kejawen. Keduanya memang memiliki kesamaan, tapi di sisi lain juga berseberangan dalam banyak hal. Aliran Kejawen mengajarkan, salah satunya, tapa pendhem. Pelakunya ditanam layaknya orang meninggal. Mereka yang berhasil, konon bisa menjadi sakti, mengetahui peristiwa di tempat yang jauh, bisa menebak isi hati orang, dan Iain-Iain. Sebaliknya, aliran tarekat tidak mengajarkan kesaktian. Tarekat mengarahkan pengikutnya agar hatinya bersih, sabar, dan mencari kerelaan Tuhan semata. Jadi, meng¬ajarkan dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar, sehingga orang itu menjadi beriman dan bertaqwa kepada Allah SWI
Pertanyaan saya, pertama, seandainya ke-dua aliran tersebut dipersandingkan, apakah Kejawen yang lebih unggul daripada tarekat, atau sebaliknya? Kedua, seandainya ada pengikut aliran ta¬rekat minta agar bisa sakti, bagaimana solusi-nya? Apakah harus bergabung dengan aliran Kejawen? Apakah Kejawen itu bisa dianggap ilmu hitam? Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Wa'alaikumussalam Wr. Wb.
Bagi pengikut tarekat, karamah (yang bagi orang lain bisa saja dianggap kesaktian - Red.) bukanlah tujuan. Karamah itu, bagi para kekasih Allah, tanpa diminta pun, Allah Taala akan memberinya. Itu bukan merupakan kebanggaan. Sekali lagi, itu bukan tuju¬an bagi para waliyullah. Kalau mereka diberi kelebihan yang luar biasa sebagainana di-anugerahkan kepada Syaikh Abdul Oadir Jailani, misalnya, itu semata-mata karena kekuasaan Allah. Bahkan mereka sebenarnya malu kepada Allah SWT apabila diberi ke¬lebihan yang luar biasa.

Kalau seseorang sudah dekat dan semakin dekat dengan Allah SWT, mungkin-kah ada ilmu yang bisa mengalahkan orang yang dekat kepada Sang Pencipta? Kami tidak bermak-sud mengatakan bahwa ilmu yang dipelajari dan di-amalkan dalam aliran Kejawen itu lebih rendah, tidak sama sekali. Tapi, sekali lagi, apakah orang yang sudah dekat benar kepada Allah SWT bisa dikalahkan?

Namun, ingat, orang yang tidak mempan ditembak atau dibacok itu belum tentu orang yang selalu melakukan pendekatan kepada Allah. Sebab, itu terkadang bisa menimbulkan kesombongan dan berakibat menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Terkecuali orang-orang yang makrifatnya tinggi. Dia akan lebih memahami makna dan rahasia kebesaran ayat-ayat Allah. Jadi semua itu tergantung pada manusianya.

Tidak semua ilmu Kejawen itu beraliran hitam. Perlu diketahui, ilmu Kejawen dirintis oleh tokoh-tokoh ulama pada zaman Wall Sembilan dulu dan para ulama sesudahnya. Mereka itu mencari jalan untuk menerjemah-kan kitab-kitab fiqih dan kitab-kitab tasawuf, khususnya ke dalam bahasa Jawa. Maka kitab itu disebut kitab Kejawen, karena per alihan bahasa dari bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa, baik yang Kawi maupun krama inggil. Misalnya,, kitab karya Kial Saleh Darat Semarang. Kitab Majmu' dan kitab Munjiyat, misalnya, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa, sehingga sering disa-ahsangkai, disebut kitab Kejawen.

Penerjemahan kitab-kitab itu bermaksud memberi jembatan (pada waktu itu) bagi penganut agama pada waktu itu (zaman Wali Sembilan atau sesu¬dahnya) untuk memudah-kan memahami agama yang baru, yaitu Islam, dari agama sebelumnya. Para au/iya itu memberikan warna tersendiri dalam dunia ta¬sawuf, dan dari situlah muncul Kejawen. Misalkan orang bertapa, dalam Islam bertapa ini kemudian diganti de¬ngan khalwat, menyendiri. Dalam khalwatnya mereka selalu menjaga wudhu, dan tidak boleh melepaskan dzikir kepada Allah SWT.

Memang ada ilmu Keja¬wen yang bertujuan semata-mata mencari kesaktian,termasuk untuk pengobatan dan sebagainya. Ada pula ilmu Kejawen yang tumbuh terlepas dari ajaran Islam. Nah, dari sinilah kita harus pandai-pandai memilah da¬lam masalah ini.

Seperti contoh tapa pendhem, itu tidak ada di dalam Islam. Begitu juga dalam tarekat. Dalam Islam sudah ada aturan untuk puasa atau shiyam, yaitu puasa tidak makan dan minum serta tidak berhubungan suami-istri dari subuh hingga maghrib. Karena itu, kalau ada yang berkata bahwa tapa pen¬dhem dipercayai akan memberikan kesak¬tian, kita sebagai kaum muslim patut berhati-hati. Bisa-bisa itu adalah ulah setan. Jika kita percaya kepada kepercayaan semacam itu, dikhawatirkan kita akan jatuh pada kesyirikan.
Read More >>